Pangeran Trunojoyo

Sekilas Tentang :


PERLAWANAN PANGERAN TRUNOJOYO

PADA KONDISI MATARAM yang semakin memburuk ini, maka para adipati bawahan sepakat minta bantuan Pangeran Kejoran yang juga kerabat dekat keraton untuk mendesak agar putera mahkota Adipati Anom agar sudi rnengambil alih pemerintahan.
Upaya membujuk Adipati Anom ini ternyata tidak berhasil, walaupun dia memahami rasa tak puas mereka, namun ía mendukung gagasan untuk mengadakan perubahan di Matararn asalkan bukan dia yang dilibatkan langsung.

Pada situasi sulit ini akhirnya pilihan jatuh pada putera menantu Pangeran Kejoran sendiri yakni Pangeran Trunojoyo, Dalam pertemuan dengan Trunojoyo, Adipati Anom memberikan syarat agar dia tidak dilibatkan langsung dan ía berjanji kelak apabila berhasil akan mengangkatnya sebagai Patih Mataram, dan pangeran itu menerimanya.
Dalam pertemuan berikutnya Adipati Anom memberikan bantuan persenjataan, perbekalan dan dana kepada Trunojoyo.

PANGERAN TRUNOJOYO yang dilahirkan di Sampang ini adalah cucu dari Pangeran Cakraningrat I dan puteranya Adipati Mloyo, adik Pangeran Cakraningrat II lain ibu, ia dilahirkan di sebuah desa yang kemudian disebut Pababaran yang artinya tempat persalinan, dan di tempat ini kemudian dibangun cungkup yang sampai sekarang dikeramatkan orang. Menuntt kepercayaan penduduk Sampang tempat kelahiran Trunojoyo ini sangat sakral, sehingga konon apabila ada seorang ibu/calon ibu yang sulit melahirkan, maka sang ayah atau ke1uarganya membawa sebutir telur dan kembang setaman ke cungkup ini. Dengan posisi merangkak, karena cungkup ini sangat rendah (LK 1/2 m), mereka meletakkan altar petilasan ari-ari. Setelah berdoa dan pulang, telur itu diminumkan sebagai jamu kepada si ibu/calon ibu, dan insya allah akan melahirkan dengan selamat.
Di atas cungkup ini ada gua yang bercahaya ke sana ke mari dengan muara yang lebar, sehingga rakyat di sana menyebutnya ‘guwa lebar’ yang artinya gua yang’lebar. Beberapa tahun yang lalu disini banyak bersarang burung betet. Sekarang gua ini menjadi aset wisata Sampang.

UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS BERAT yang dipukul oleh Adipati Anom ia berangkat ke Madura guna menghimpun pengikut yang setia dan membentuk pasukan yang tangguh.
Kehadiran Trunojoyo di Sampang mendapat sambutan yang menggembirakan untuk rakyat, karena mereka lama menderita dari mengimpikan sosok pemimpin yang dapat melindunginya. Dalam waktu yang relatif singkat Pangeran ini dapat menyusun kekuatan dengan membentuk pasukan yang handal, Pada tahun 1674 ini Trunojoo dapat dengan mudah menguasal Madura, sedangkan Pangeran Cakraningrat II dan keluarganya menyingkir ke Mataram, Di Sumenep ia menunjuk R. Bugan sebagai orang kepercayannya, karena secara kebetulan mereka bersahabat ketika bersama-sama berguru di Giri, sehingga dengan demikian seluruh Madura dapat disatukan. Setelah menata pemerintahan dan pertahanan di Madura dan dengan persiapan yang\ matang, maka Trunojoyo dan pasukannya menyeberang ke Panarukan. ia bergabung dengan pasukan Kraeng Galesong yang menduduki pesisir utara Besuki. Kraeng Galesong adalah pelarian dari perang Makasar dan sangat mendendam pada kompeni. Di Demong Panarukan ini Trunojoyo dan Galesong membangun pertahanan yang kuat. Untuk mempererat hubungan ini Galesong menjadi menantunya, sehingga Demang menjadi baris peri uangan melawan Mataram.
Mendapat laporan jatuhnya Madura dan penguasaan Amangkurat II rnengirimkan. pasukan besar untuk memadamkan pemberontakan ini, namun ternyata Mataram menderita kekalahan. Akhirnya Mataram minta bantuan kompeni Kompeni memanfaatkan momen ini untuk kepentingannya dengan syarat-syarat yang sangat merugikan Mataram.

PASUKAN TRUNOJOYO melaju dengan pesatnya, sehingga akhirnya Surabaya jatuh dan hampir seluruh Jawa Timur dan Semarang dapat dikuasainya.
Mojopahit Pusaka ini jatuh ke tangan Kapten Tack; dan pada tgl. 27 Nopember 1678, Anthony Hurdt menyerahkannya kepada Amangkurat II. , Untuk melindungi Bangil, maka pasukan Kraeng Galesong menghadang di Porong, terutama berjaga-jaga dan serangan sekutu dan arah Kediri dan Surabaya. Strategi ini sangat berhasil pada mulanya. Setelah bala bantuan dan pasukan Aru Palaka datang, dalam 5 Minggu hadangan ini dapat dpatahkan, dan pasukan sekutu yang besar ini melaju ke Bangil, sedangkan Kraeng Galesong gugur, dan Bangil jatuh. Trunojoyo dengan pasukan yang setia meloloskan diri ke daerah pegunungan di Ngantang.
Pasukan sekutu tenis memburunya di bawah pimpinan Kapten Jonker. Bala bantuan dan Amdura sekitar 500 orang datang, namun perbekalan makann sebanyak 8 perahu penuh dapat dihadang kompeni di selat Madura yang dirampasnya, sehingga pasukan yang terkepung ini menderita kelaparan dan penyakit. Memahami kenyataan ini akhirnya Trunojoyo menyerah yang kemudian diserahkan pada VOC.
VOC menyerahkan kepada Arnangkurat II yang kemudian menghukum mati di ujung ‘ kerisnya. Ibu Mataram kemudian dipindahkan ke Kartasura, karena Karta dianggap sudah ternoda. 

R. M. Agus Suryo A. - 085231003323
Taken from : Catatan kecil keluarga.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Casino.com - Brango-Bake Chips with Casino!
‎Casino · 사설 사이트 ‎Withdrawal 피망 포커 · bet365es ‎Withdrawal Methods · ‎Withdrawals · ‎Withdrawal 포커 디펜스 Limits 바카라그림보는법

Posting Komentar